FH UNIMMA Gelar Visiting Lecture, Bahas Batas Maritim Asia Tenggara bersama Pakar Hukum Laut Malaysia
September 24, 2025

Humas

Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Magelang (FH UNIMMA) menggelar Visiting Lecture bertema “The Role of Treaties in Shaping Maritime Boundaries Across Southeast Asia”, menghadirkan narasumber Assoc. Prof. Dr. Mohd Hazmi bin Mohd Rusli, Senior Lecturer dari Faculty of Syariah and Law, Universiti Sains Islam Malaysia yang berlangsung pada hari Rabu (17/9) di Kampus 2 UNIMMA.

Dekan FH UNIMMA, Dyah Adriantini Sintha Dewi, S.H., M.Hum., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting fakultas untuk memperkaya wawasan mahasiswa dalam bidang hukum internasional. “Visiting lecture ini merupakan kesempatan emas bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan pakar hukum internasional. Kami berharap mereka bisa menangkap peluang ini dengan aktif berdiskusi,” ujarnya.

Dekan FH UNIMMA menambahkan, isu hukum laut yang diangkat sangat relevan dengan konteks Indonesia sebagai negara kepualauan. Penting bagi mahasiswa memahami fungsi hukum laut, utamnya dalam penetapan batas yurisdiksi negara, seperti laut teritorial maupun Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). “Mengingat Indonesia berbatasan dengan beberapa negara, termasuk Malaysia, maka komunikasi yang baik menjadi kunci untuk menghindari konflik batas wilayah. Persoalan delimitasi laut tidak sekadar masalah pemetaan, tetapi juga berkaitan dengan diplomasi dan hukum internasional,” jelasnya.

Pada akhir sambutan, Dekan FH UNIMMA menegaskan bahwa pemahaman terhadap hukum laut internasional menjadi landasan penting dalam menghadapi dinamika batas maritim. Mahasiswa diharapkan lebih memahami peran perjanjian internasional dalam menetapkan batas laut, memperluas wawasan, serta menumbuhkan semangat kontribusi dalam penyelesaian isu strategis di bidang hukum laut dan hukum internasional.

Dalam Visiting Lecture ini, Assoc. Prof. Dr. Mohd Hazmi bin Mohd Rusli mengulas peran perjanjian internasional sebagai instrumen strategis dalam penetapan batas laut di Asia Tenggara. Menurutnya, kesepakatan antarnegara tidak hanya memiliki legitimasi hukum, tetapi juga berfungsi sebagai mekanisme efektif dalam meredam potensi konflik. Assoc. Prof. Dr. Mohd Hazmi bin Mohd Rusli turut menyoroti sejumlah kasus di kawasan yang memperlihatkan bagaimana diplomasi maritim menjadi kunci dalam menjaga stabilitas global.

Melalui Visiting Lecture ini, menunjukkan komitmen FH UNIMMA yang telah meraih akreditasi Unggul dalam membangun atmosfer akademik bertaraf internasional. Serta memperkuat keberadaan kelas internasional di FH UNIMMA sebagai upaya menyiapkan lulusan yang kompetitif di kancah global.