MAGELANG, 19 Oktober 2026 – BEM Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Magelang turut ambil bagian dalam Kongres Luar Biasa Forum Mahasiswa Hukum Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Indonesia (FMH PTMAI) yang digelar pada 14–17 Oktober 2026. Keikutsertaan tersebut diwujudkan melalui pengiriman dua delegasi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum UNIMMA.
Dua delegasi yang diutus ialah Alfienza Nathaniela Erfian selaku Gubernur BEM FH UNIMMA dan Azar Tri Hatwoko selaku Staf Bidang Jaringan dan Kerjasama BEM FH UNIMMA. Keduanya bergabung bersama delegasi lembaga kemahasiswaan hukum dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di Indonesia.
Kongres yang berlangsung di Aula Universitas Muhammadiyah Gombong, Kebumen, Jawa Tengah ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Hukum Universitas Muhammadiyah Gombong dengan mengusung tema “Penguatan Arah Gerak Organisasi: Menyatu dalam Gagasan, Responsif terhadap Dinamika Hukum dan Keadilan Sosial”. Forum ini dirancang sebagai sarana konsolidasi organisasi sekaligus ruang bertukar gagasan bagi mahasiswa hukum PTMA dalam menyikapi perkembangan hukum nasional, persoalan keadilan sosial, dan kemajuan teknologi.
Rangkaian KLB diawali dengan upacara pembukaan pada Rabu, 14 Oktober 2026, yang dihadiri unsur pimpinan perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Peserta kemudian mengikuti Simposium Nasional dengan narasumber anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, dilanjutkan sidang-sidang pleno yang membahas jadwal dan tata tertib, pemilihan presidium sidang, agenda khusus KLB, pandangan umum, rekomendasi forum, serta konsolidasi kelembagaan.
Puncak kongres adalah pemilihan Koordinator Pusat FMH PTMAI yang baru. Amru Hakim dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) terpilih memimpin forum ini ke depan. Kongres ditutup secara resmi oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Gombong, Prof. Dr. Sofyan Anif, yang dalam arahannya mendorong mahasiswa hukum agar tidak berhenti pada penguasaan teori dan peraturan perundang-undangan, tetapi juga berani berperan nyata dalam memperjuangkan keadilan.
Gubernur BEM FH UNIMMA, Alfienza Nathaniela Erfian, menilai kongres ini penting bagi penguatan jejaring mahasiswa hukum PTMA. “Kami berangkat membawa semangat kolaborasi. Kongres ini mempertemukan kami dengan kawan-kawan mahasiswa hukum PTMA dari berbagai daerah, sehingga gagasan dan pengalaman bisa saling diperkaya. Kami berharap hasilnya memperkuat sinergi antarkampus dan mendorong peran nyata mahasiswa hukum bagi masyarakat,” ujarnya.
Sejalan dengan hal itu, BEM FH UNIMMA berkomitmen menindaklanjuti hasil KLB melalui penguatan kerja sama dengan sesama lembaga kemahasiswaan hukum PTMA, khususnya melalui Bidang Jaringan dan Kerjasama, serta membawa hasil kongres ke dalam program kerja di tingkat fakultas.

